STOK BARANG, PARETO 20/80 DI RITEL

Posted on

Oleh : Suhu Wan (Ketum AMRI & Owner 72 Idolmart)

Di bisnis ritel (dagang eceran) pastilah banyak yang harus diperhatikan dan dikelola dengan baik, yakni pengelolaan stok barang, pengelolaan SDM, pelayanan pelanggan, membangun sitem, mengurus keuangan, melakukan promosi dll.

Mengelola stok barang adalah 20% dari seluruh kegiatan yg harus dilakukan, namun akan menentukan 80% keberhasilan toko. Sementara kegiatan lainya adalah 80% dari dari semua aktifitas kita, namun hanya menentukan 20% keberhasilan. Inilah kenapa disebut stok barang adalah pareto 20/80 di bisnis ritel.

Kita harus menyadari pelanggan datang ke toko kita adalah untuk membeli barang, mereka bukan datang untuk membeli rak toko atau mesin kasir kitaπŸ˜€. Bahkan sehebat apapun pelayanan yang diberikan oleh karyawan, senyaman apapun toko yg kita miliki, andaikan stok barang yang dibutuhkan oleh pelanggan tidak tersedia….maka dia tidak akan belanja.

Stok barang dari sisi kecepatan putaran atau tingkat lakunya dibagi dua:
1. Fast Moving Product, stok yang lakunya cepat, beli..laku, beli lagi…laku lagi
2. Slow Moving Product, stok yang lakunya lebih lambat atau jarang laku

Dari stok barang ini jika kita ambil pareto yang lebih dalam lagi adalah stok yang fast moving jumlahnya 20% dari seluruh stok barang namun mereka menyumbang 80% dari total penjulan. Sebaliknya stok yang slow moving jumlahnya 80% dari seluruh stok barang namun hanya menyumbang 20% dari total penjualan.

Stok barang merupakan pareto 20% dari semua aktifitas dan menyumbang 80% bagi keberhasilan toko, stok fast moving 20% dari total stok dan menyumbang 80% omset (keberhasilan toko), maka jika dihitung matematis :

Stok fast moving adalah 4% (20% dari 20%) merupakan 64% (80% dari 80%) keberhasilan/omset toko.

Hanya dg memperhatikan/aktifitas 4% dari seluruh kegiatan kita di bisnis, yakni stok fast moving sudah merupakan mayoritas dari tingkat keberhasilan toko. Makanya kita harus all out untuk ketersediaan fast moving, jangan sampai kosong…bahkan di bisnis saya ada fatwanya…haram hukumnya jika kosong.πŸ˜€

Lalu bagaimana dg barang slow moving? Apakah tetap harus kita sediakan? Ya tetap harus kita sediakan…karena jika tidak nanti toko kita tidak lengkap dan pelanggan juga akan enggan belanja di toko kita. Untuk slow moving kita harus menjaga agar jangan stoknya kelebihan karena bisa menimbulkan over stock bahkan dead stock.

Dari sering mengunjungi toko saya sendiri, toko keluarga, toko saudara dan teman-teman, saya mampu memperkirakan sebuah toko omsetnya bagus atau tidak dg cara melihat apakah barang2 fast movingnya tersedia dalam jumlah yang cukup atau tidak. Jika fast movingnya banyak sekali yg kosong, slow movingnya sangat banyak, bahkan banyak barang yg over stock atau dead stock (stok mati)…ini adalah naga-naganya toko itu mau bangkrut.πŸ˜€

Selamat pagi, salam πŸ– jari AMRI

Powered by WordPress Google Bing Yahoo AOL Windows Android Facebook and Listrikmart Pelopor Paket Usaha Listrik Waralaba Franchise bit.ly/klikpeluangusaha di Sukabumi Bogor Bekasi Garut Indramayu Karawang Kuningan Majalengka Subang Lebak Banten Jakarta DKI Bandung Sumedang Tasikmalaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *